Nama : Farida
NIM : 123711005
Mata
Kuliah : Sejarah Peradaban Islam
1.
Bagaimana
pandangan anda mengenai perkembangan peradaban Islam Indonesia di era reformasi
sampai dengan sekarang? Jelaskan perkembangan aspek peradaban Islam dari segi :
politik, pendidikan dan sosial budaya!
2.
Jelaskan
apa yang dimaksud dengan SPI ? sebutkan tujuan belajar SPI ?
3.
Buatkan
peta konsep SPI mulai dari masa rasulullah sampai dengan masa 3 kerajaan besar
dengan menyebutkan tahun, peristiwa,
tokoh inti/pimpinan dan hasil peradaban yang dicapainya!
Jawaban :
1.
Perkembangan Islam dari segi politik dari era
reformasi hingga sekarang mengalami banyak perkembangan. Era reformasi adalah
era keterbukaan yang memungkinkan orang untuk mengekspresikan pikiran termasuk
cara keberagaamaan. Lahirnya Front Pembela Islam (FPI) dan MMI (Majelis
Mujahidin Indonesia). Forum Komunikasi Islam Ahlussunnah wal Jamaah dengan
Laskar Jihadnya, dan lain-lain.
Fenomena munculnya gerakan baru Islam ini juga
didukung oleh menguatnya wacana penerapan syariat Islam yang dibarengi oleh
kebijakan pemerintah dengan otonomi daerah masa presiden Abdurrahman Wahid. Pemerintah
memberikan keleluasaan daerah untuk mengatur pemerintahnnya sendiri. Sejak
inilah Islam Indonesia banyak dikenal lebih pada gerakannya, beberapa gerakan
yang anarki dengan mengatasnamakan amar ma’ruf lebih sering didengar masyarakat
daripada kegiatan-kegiatan ilmiah dan kajian-kajian untuk mengeksplorasi Islam.
Peradaban Islam Indonesia masa reformasi ini semakin maju. Sebab terjadinya
reformasi dimulai dari kekuasaan orde baru yang melakukan KKN korupsi kolusi
dan Nepotisme. Sehingga para pemuda khususnya mahasiswa yang dikomandani oleh
cendikiawan muslim Prof. DR. H.M. Amien Rais, MA berhasil menggulingkan
pemerintahan orde baru dengan mundurnya presiden Suharto pada 21 Mei 1998.
Sejak itu mulailah komunitas Islam bangkit dengan dibentuknya poros tengah dan
berhasil mengangkat tokoh – tokoh Islam di panggung politik menguasai
pemerintahan Indonesia. Amien rais menjadi ketua MPR, Akbar Tanjung menjadi
ketua DPR dan K.H. Abdur rahman wahid sebagai presiden RI. Dengan hadirnya
tokoh – tokoh Islam itu membuka kran politik Indonesia semakin cair,
keterbukaan, demokrasi langsung, penegakan HAM dan lain – lainnya. Peradaban
Islam semakin maju dengan ditandainya ormas – ormas islam semakin banyak dan
berkualitas. Ormas – ormas Islam bisa mengembangkan dirinya, kembali ke asas
Islam dan tidak terkekang ke salah satu asas saja.
Setelah
rezim Orba jatuh (Reformasi 1998), umat Islam lebih bebas untuk bergerak dalam
berbagai hal, terutama politik. Terbukti dengan bermunculannya berbagai partai
politik yang membawa nama Islam. Namun pemasalahan umat Islam tidak berhenti
begitu saja. Berbagai isu yang berkembang di kalangan umat Islam tidak jarang
membawa perpecahan.
Muncul
istilah Islamfobia dalam kehidupan masyarakat, ketakutan terhadap Islam. Yang
mengherankan, di beberapa kalangan umat Islam sendiri terjadi ketakutan akan
adanya penerapan syariat Islam. Beberapa Peraturan Daerah (Perda) yang belum
lama ini ditetapkan, membuat sebagian pihak menuding adanya upaya Islamisasi
undang-undang dan peraturan. Padahal perda-perda tersebut tidak ada yang
bertentangan dengan Pancasila dan UUD ’45 sebagai landasan Ideal dan landasan
Konstitusional negara.
Dari
aspek pendidikan Islam di Indonesia juga mengalami banyak kemajuan. Terlihat
dari semmakin banyaknya lembaga pendidikan yang berbasis Islam. Mulai dari
sekolah dasar hingga perguruan tinggi, semakin banyak yang diterapkan dengan
basis Islam. Bila pada masa reformasi, sekolah yang berbasis Islam masih
dinamakan madrasah, pada masa sekarang bukan hanya madrasah tetapi juga
terdapat SDI (Sekolah Dasar Islam), SMP Islam, dan SMA Islam sudah berkembang
di Indonesia.
Dari
aspek sosial budaya, Islam di Indonesia menglami perkembangan yang cukup pesat.
Ditandai dengan budaya hijab yang sekarang sedang banyak digandrungi kaum
wanita dari segala usia. Pada masa reformasi budaya hija ini belum terlalu
dikenal, tetapi seiring berjalannya waktu banyak kemudian wanita menyadari
pentingnya berhijab. Bukan hanya pada kalangan umum saja, tetapi juga banyak
sekolah yang mengharuskan siswanya untuk memakai pakaian yang tertutup saat di
sekolah. Selain itu, sekarang juga banyak majlis-majlis pengajian yang
berkembang di masyarakat, disamping itu juga banyak acara TV yang menampilkan
acara-acara Islami, seperti diskusi masalah-masalah keagamaan dll.
2.
Sejarah adalah catatan
berbagai peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Dalam pengertian teknisnya
adalah kisah dan peristiwa masa lampau umat manusia. Namun demikian definisi
ini masih terlalu luas sehingga perlu pembatas, oleh karena itu sejarah
harus diartikan sebagai tindakan manusia dalam jangka waktu tertentu, di tempat
tertentu. Peradaban adalah
masyarakat yang teramat mapan dan kompleks yang mencakup
segi-segi kehidupan politik, administrasi, pendidikan, ilmu pengetahuan,
budaya, agama, hukum, dan sebagainya. Dengan demikian pengertian Sejarah
Peradaban Islam adalah keterangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan
peradaban Islam dari satu waktu ke waktu lain, sejak zaman lahirnya Islam
sampai detik ini.
Tujuan mempelajari Sejarah Peradaban Islam
diantaranya adalah:
·
Untuk mendapatkan informasi dan pemahaman
mengenai asal-usul peradaban (yang meliputi aspek politik, sosial budaya dan
pendidikan) yang pernah diraih oleh umat Islam di masa lampau dan mengambil
‘ibrah (pelajaran) dari setiap kejadian tersebut.
·
Untuk membentuk watak dan kepribadian umat.
Sebab, dengan mempelajari Sejarah Peradaban Islam generasi muda akan
mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari perjalanan suatu tokoh atau
generasi terdahulu.
·
Agar dapat memilah dan memilih mana aspek
sejarah yang perlu dikembangkan dan mana yang tidak perlu. Mengambil pelajaran
yang baik dari suatu umat dan meninggalkan hal-hal yang tidak baik.
·
Agar mampu berpikir secara kronologis dan
memiliki pengetahuan tentang masa lalu yang dapat digunakan untuk memahami dan
menjelaskan perkembangan, perubahan masyarakat serta keragaman politik, sosial
budaya dan pendidikan Islam di masa yang akan datang.
3.
Peta konsep